Ledakan Dahsyat Guncang Yunani, 6 Tewas Termasuk 4 Turis AS
ATHENA — Sebuah ledakan dahsyat mengguncang Yunani, salah satu negara anggota NATO. Ledakan yang meruntuhkan bangunan di pusat bersejarah Athena itu menewaskan enam orang, termasuk empat turis asal Amerika Serikat (AS).
Ledakan terjadi pada Jumat waktu setempat. Otoritas berwenang mengatakan tim penyelamat telah mengevakuasi jenazah enam korban.
Dokumen dan barang-barang pribadi yang ditemukan bersama empat korban, dua pria dan dua wanita pada hari Sabtu menunjukkan bahwa mereka adalah warga negara Amerika Serikat, menurut laporan ERT dan media lokal lainnya.
Dua korban lainnya dilaporkan merupakan pasangan lanjut usia, seorang pria Inggris dan seorang wanita Yunani yang tinggal di lantai dua bangunan tersebut. Menurut keterangan petugas pemadam kebakaran, ada dua wanita yang menjadi korban luka.
Wali Kota Athena, Haris Doukas, mengatakan ledakan yang meruntuhkan bangunan kecil dua lantai di kawasan wisata populer Plaka itu diduga akibat kebocoran gas yang besar. Bangunan-bangunan di sekitarnya mengalami kerusakan dan penghuninya telah dievakuasi.
"Kerusakan meluas hingga ke seluruh jalan serta jalan di belakang [bangunan tersebut]," kata Doukas. "Kita sedang membicarakan bencana yang tak terbayangkan," imbuhnya, dikutip Al Jazeera, Minggu (27/9/2026).
Surat kabar Yunani, Kathimerini, melaporkan keempat wisatawan yang seharusnya meninggalkan tempat penginapan mereka sekitar pukul 11.00 pagi (08.00 GMT), gagal menaiki penerbangan mereka kembali ke Amerika Serikat.
Sekelompok warga Plaka sebelumnya telah memperingatkan pemerintah kota serta pengelola jaringan listrik dan gas mengenai risiko korsleting atau kebocoran gas di wilayah tersebut setahun yang lalu. Dalam sebuah surat yang diterbitkan oleh Kathimerini, kelompok tersebut mendesak diadakannya latihan keamanan untuk mengidentifikasi potensi kekurangan dalam sistem tanggap darurat.
Gerakan warga "We Remain Active" juga menyatakan di media sosial bahwa seorang warga di jalan tempat ledakan terjadi telah melaporkan adanya bau gas selama beberapa minggu dan telah memperingatkan pihak berwenang.
Seorang juru bicara kepolisian Yunani mengonfirmasi melalui saluran ERT bahwa warga memang telah membuat laporan tersebut. Namun, jenis zat maupun sumbernya belum dapat dipastikan.
Lokasi Plaka terletak di kaki Acropolis, monumen kuno yang paling banyak dikunjungi di Yunani. Kawasan ini selalu ramai wisatawan dan kini menjadi saksi bisu dari sebuah tragedi yang seharusnya bisa dicegah.