Trump-Xi Sepakati Pemangkasan Tarif Rp537 Triliun, AS-China Buka Dialog AI

WASHINGTON — Pertemuan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping menghasilkan sejumlah kesepakatan penting. Kedua negara sepakat memangkas tarif perdagangan untuk barang senilai USD30 miliar atau sekitar Rp537 triliun.

Kesepakatan tersebut tercapai setelah Trump dan Xi Jinping menggelar pertemuan tingkat tinggi di Washington selama tiga hari. Selain membahas perdagangan, kedua pemimpin juga menyepakati pembukaan dialog khusus mengenai perkembangan dan risiko kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Gedung Putih menyatakan perlakuan tarif yang lebih rendah akan diberikan terhadap sejumlah produk non-sensitif yang diperdagangkan antara AS dan China.

Dari sisi ekspor AS ke China, produk pertanian, kayu, dan kosmetik termasuk komoditas yang akan mendapatkan perlakuan tarif lebih menguntungkan. Sementara barang-barang asal China yang masuk ke pasar AS, seperti peralatan rumah tangga kecil, mainan, dan dekorasi, juga akan dikenai tarif lebih rendah.

“Kedua negara mencapai konsensus mengenai rekomendasi untuk perlakuan tarif yang lebih menguntungkan terhadap barang-barang non-sensitif senilai USD30 miliar untuk masing-masing arah perdagangan,” demikian pernyataan Gedung Putih, dikutip Reuters, Minggu (27/9/2026).

Tidak hanya perdagangan, Washington dan Beijing juga mulai membuka ruang kerja sama di sektor teknologi. Kedua negara sepakat menggelar dialog khusus untuk membahas risiko dan manfaat perkembangan kecerdasan buatan.

Putaran pembicaraan berikutnya dijadwalkan berlangsung pada November. AS dan China juga akan membangun saluran komunikasi khusus untuk menangani insiden yang berkaitan dengan teknologi AI.

Gedung Putih menyebut kedua pemimpin bahkan sepakat menggunakan istilah “super intelligence” atau SI sebagai pengganti istilah “artificial intelligence” atau AI.

Kementerian Luar Negeri China menyambut keputusan tersebut. Beijing menilai perkembangan teknologi yang semakin cepat membutuhkan komunikasi dan pertukaran pandangan yang lebih intensif antara kedua negara.

“Seiring dengan kemajuan teknologi AI, kedua pihak harus meningkatkan pertukaran dan berupaya mencapai konsensus yang sejalan dengan perkembangan baru,” kata Kementerian Luar Negeri China.

Kesepakatan terbaru Trump dan Xi juga tidak terlepas dari upaya meredakan ketegangan perdagangan antara dua kekuatan ekonomi terbesar dunia tersebut.

AS dan China sebelumnya telah sepakat memperpanjang “gencatan senjata” perang dagang selama dua bulan. Langkah tersebut memberikan tambahan waktu bagi kedua negara untuk merundingkan kesepakatan perdagangan yang lebih luas.

Kementerian Luar Negeri China juga menyebut Washington dan Beijing sepakat membentuk dewan perdagangan serta memperpanjang hasil pembicaraan yang sebelumnya dicapai di Kuala Lumpur.

Rangkaian pertemuan Trump dan Xi berlangsung selama tiga hari dan berakhir pada Jumat. Pertemuan tersebut lebih banyak menampilkan diplomasi personal kedua pemimpin dibandingkan pengumuman terobosan besar yang disampaikan kepada publik.

Xi Jinping kemudian dilaporkan telah kembali ke Beijing. Kantor berita pemerintah China, Xinhua, melaporkan kepulangan tersebut pada Sabtu.

Menteri Luar Negeri China Wang Yi menyebut pertemuan Trump dan Xi sebagai momentum penting dalam hubungan kedua negara.

“Momen bersejarah ini memperkaya hubungan China-AS yang konstruktif dan stabil, mempertahankan stabilitas hubungan bilateral secara keseluruhan, membuka babak baru dalam hubungan China-AS, serta akan memberikan dampak luas dan jangka panjang terhadap perdamaian dan pembangunan dunia,” kata Wang Yi.

Selain perdagangan dan teknologi, Trump dan Xi turut membahas sejumlah agenda internasional.

AS dan China sepakat saling mendukung dalam penyelenggaraan pertemuan para pemimpin Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) dan G20. Kedua pemimpin juga berencana menghadiri pertemuan yang diselenggarakan oleh negara lain.

Dalam isu nuklir, Washington dan Beijing sepakat bahwa Iran harus memenuhi komitmennya untuk tidak mengembangkan senjata nuklir.

Kedua negara juga menyatakan bahwa tidak ada negara maupun entitas yang boleh mengenakan biaya transit terhadap jalur perairan internasional.

Kesepakatan tersebut memperlihatkan bahwa pertemuan Trump dan Xi tidak hanya membahas perang dagang. Agenda pertemuan juga meluas ke sektor teknologi, perdagangan, komunikasi strategis, serta berbagai isu geopolitik yang menjadi perhatian kedua negara.

Tinggalkan Balasan

Untuk memberikan komentar, Anda harus Login terlebih dahulu.

0 Komentar

Belum ada komentar