Klaim Don Ritto: Rumah Febrie Adriansyah di Sentul Dipakai Operasional Yayasan, Hotman Paris Bantah Keras
JAKARTA – Pusaran kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan tersangka Don Ritto kian memanas. Rumah mewah di kawasan Sentul, Bogor, yang disita dalam penggeledahan justru menjadi ajang duel pernyataan antara dua kubu hukum yang saling bersitegang.
Kuasa hukum Don Ritto, Handika Honggowongso, buka suara di Kejaksaan Agung, Jumat (17/7/2026). Ia menegaskan bahwa rumah mewah tersebut bukanlah sarang penyembunyian harta semata, melainkan digunakan sebagai operasional yayasan yang bergerak di bidang dakwah dan pendidikan Islam.
"Don Ritto meminta izin kepada pemilik pada sekitar tahun 2023 untuk menjadikan rumah di Sentul sebagai backup operasional kantor yayasan," terang Handika.
Bahkan, fakta mengejutkan terungkap saat Handika membeberkan bahwa yayasan tersebut menaungi ratusan santri. "Kami bisa buktikan, ada sekitar 700 santri yang berasal dari Papua dan Maluku. Saat ini mereka sedang mondok di salah satu pesantren di Banten," ujarnya.
Lantas, bagaimana dengan temuan 74 kilogram emas batangan dan tumpukan valuta asing di dalam rumah tersebut? Handika dengan santai menjawab bahwa seluruh aset berharga itu disiapkan untuk pembangunan fasilitas keagamaan di kawasan timur Indonesia. "Ke depan, ada rencana besar membangun pesantren, masjid, dan fasilitas pendukung di Papua, Maluku, hingga NTT," klaimnya.
Namun, Handika masih enggan membeberkan secara detail alasan dana sebesar itu disimpan dalam bentuk emas dan valas di rumah Sentul. "Pada waktunya kami jelaskan, setelah semua pihak berkontribusi diperiksa penyidik. Kami tidak mau mendahului fakta," tutupnya dengan diplomatis.
Tak Kalah Sengit, Bantahan dari Kubu Febrie
Di sisi lain, kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, Hotman Paris, langsung merespons dengan tegas. Ia bersikukuh bahwa kliennya sudah tidak lagi menguasai properti tersebut secara fisik sejak tahun 2022.
"Housekeeping hingga ART di rumah Sentul itu sudah bukan bayaran Febrie. Rumah itu sudah diberikan dan dipakai oleh Don Ritto," jelas Hotman di lokasi yang sama.
Hotman bahkan mengungkap alur kepemilikan yang mengejutkan. Menurutnya, rumah tersebut sebenarnya milik mertua Febrie yang telah lama dihibahkan kepada cucunya, yang tak lain adalah anak kandung Febrie sendiri. "Sertifikatnya jelas atas nama anak Febrie, dan itu sudah terjadi jauh sebelum kasus Asabri mencuat. Jadi tidak ada rekayasa," tegasnya.
Soal adanya brankas yang ditemukan di dalam rumah, Hotman menyatakan kliennya benar-benar buta. "Febrie tidak tahu soal brankas itu. Sejak 2022, pengelolaan penuh ada di tangan Don Ritto, termasuk urusan renovasi rumah," pungkas Hotman.










