Eks Kapolda Metro Jaya Fadil Imran Resmi Jabat Wakil Kepala Badan Otorita Pantura
JAKARTA — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi melantik Komisaris Jenderal Polisi (Purnawirawan) Muhammad Fadil Imran sebagai Wakil Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa. Prosesi pelantikan sakral itu berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (1/10/2026).
Pengangkatan Fadil didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 40M Tahun 2026 tentang Pengangkatan Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan serta Wakil Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa. Di hadapan kepala negara, Fadil bersama sejumlah pejabat negara lainnya mengucapkan sumpah jabatan yang dituntun langsung oleh Presiden Prabowo.
"Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara," ucap Fadil mengikuti panduan sumpah tersebut.
Perjalanan karier Fadil di Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terbilang panjang dan mentereng. Ia tercatat pernah mengemban sejumlah posisi strategis, mulai dari Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri, Kapolda Jawa Timur pada 2020, hingga Kapolda Metro Jaya pada periode 2020–2023.
Selepas itu, Fadil dipercaya memegang tongkat komando sebagai Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri sejak Maret 2023, serta Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi pada Agustus 2025, sebelum akhirnya memasuki masa purna bakti di penghujung Agustus 2026. Di luar institusi kepolisian, ia juga aktif di dunia olahraga dengan menjabat Ketua Umum Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) untuk masa bakti 2024–2028.
Rangkaian acara kenegaraan dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pelantikan oleh Fadil Imran yang disaksikan Presiden Prabowo, kemudian disusul tanda tangan kepala negara. Selepas prosesi itu, Presiden menyampaikan ucapan selamat secara langsung kepada Wakil Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa serta jajaran pejabat lainnya yang baru dilantik.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo juga melantik Ariyanto Wibowo sebagai Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan. Sejumlah posisi strategis lainnya turut diisi wajah-wajah baru, di antaranya Dudung Abdurachman sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan serta Sugiono sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.
Kursi menteri dan pimpinan lembaga lainnya yang ikut dirombak meliputi Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Arrmanatha Nasir selaku Menteri Luar Negeri, Muhammad Sarmuji sebagai Menteri Perindustrian, Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Staf Kepresidenan, Komjen Pol. Dedy Prasetyo sebagai Kepala Badan Reforma Agraria Nasional, serta Nuzran Joher yang dipercaya menduduki posisi Ketua Ombudsman Republik Indonesia.
Pelantikan besar-besaran ini merupakan bagian dari perombakan kabinet (reshuffle) ketujuh yang dilakukan dalam kurun waktu dua tahun masa kepemimpinan Presiden Prabowo.
Acara sakral tersebut turut dihadiri para menteri koordinator Kabinet Merah Putih, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Selain itu, jajaran petinggi pertahanan dan penegak hukum tampak hadir, meliputi Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto beserta para kepala staf dari tiga matra, Kepala Badan Intelijen Negara M. Herindra, hingga Jaksa Agung ST Burhanuddin.