Wasit Batalkan Tendangan Bebas Prancis Atas Saran Asisten, Ini Penjelasannya!
TEXAS – Kemenangan 2-0 Spanyol atas Prancis di semifinal Piala Dunia 2026 seharusnya menjadi sorotan utama. Namun, sebuah keputusan kontroversial dari wasit Ivan Barton justru mencuri perhatian bahkan memicu tuduhan "korupsi" di media sosial.
Insiden terjadi pada babak pertama. Prancis awalnya mendapat tendangan bebas di depan kotak penalti Spanyol setelah Ousmane Dembele dinilai dilanggar Fabian Ruiz. Namun, beberapa saat kemudian, Barton membatalkan keputusannya dan justru memberikan tendangan bebas kepada Spanyol.
Penonton dibuat kebingungan. Sebagian suporter menuding wasit "menciptakan aturan baru" dan mempertanyakan konsistensi kepemimpinannya. Di media sosial, komentar-komentar pedas bermunculan:
"Wasit mengubah keputusan sesuka hati!"
"Keputusan ini tidak masuk akal!"
"Turnamen ini telah tercemar!"
Namun, penjelasan berbeda datang dari pakar peraturan sepak bola, Dale Johnson. Menurutnya, keputusan itu bukan berasal dari intervensi VAR, seperti yang banyak diduga penonton.
Johnson mengungkapkan bahwa Barton membatalkan tendangan bebas setelah menerima masukan dari asisten wasit yang memiliki sudut pandang lebih baik. Asisten menyatakan tidak terjadi pelanggaran, sehingga keputusan awal pun dibatalkan.
"Saya mendapat informasi bahwa wasit membatalkan tendangan bebas atas saran asistennya. Memang terlihat aneh dari luar," jelas Johnson.
Sesuai Laws of the Game, wasit memang diperbolehkan mengubah keputusannya sebelum pertandingan dilanjutkan apabila menerima informasi baru dari asisten wasit atau ofisial pertandingan lainnya.
Terlepas dari kontroversi tersebut, Spanyol tetap tampil dominan dan mengamankan kemenangan 2-0 atas Prancis. Gol penalti Mikel Oyarzabal di babak pertama dan penyelesaian Pedro Porro selepas jeda membawa La Furia Roja melaju ke final, sementara Prancis harus mengakhiri perjuangannya di semifinal.









