UNIFA dan Pemkab PPU Perpanjang MoU, Siapkan ASN Hadapi Tantangan IKN
MAKASSAR — Peningkatan kompetensi aparatur sipil negara (ASN) menjadi salah satu fokus kerja sama Universitas Fajar (UNIFA) dengan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur. Kedua pihak sepakat melanjutkan kemitraan pendidikan melalui penandatanganan perpanjangan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) di Smartclass UNIFA, Makassar, Jumat (16/10/2026).
Perpanjangan kerja sama ini menjadi langkah untuk menjaga keberlanjutan program pendidikan tinggi bagi pegawai pemerintah daerah, sekaligus mempersiapkan sumber daya manusia PPU menghadapi tantangan pembangunan di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Rektor UNIFA, Dr. Muliyadi Hamid, S.E., M.Si., menyambut kedatangan rombongan Pemerintah Kabupaten PPU dan mengapresiasi kelanjutan kemitraan yang telah dibangun sejak tahun sebelumnya. Menurut Muliyadi, kerja sama tersebut membuka ruang bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui akses pendidikan tinggi yang sesuai dengan kebutuhan instansi dan perkembangan daerah.
Ia menjelaskan, UNIFA telah menjalankan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) sejak 2022. Program ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh pengakuan atas pembelajaran yang didapat melalui pengalaman kerja maupun pendidikan sebelumnya, sesuai ketentuan yang berlaku.
Pelaksanaan RPL, kata Muliyadi, tidak terlepas dari berbagai tantangan administratif pada tahap awal. Beberapa di antaranya berkaitan dengan pencatatan pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), serta penyesuaian gelar dan pencantuman ijazah untuk keperluan kepegawaian yang melibatkan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Berbagai proses tersebut kini telah dilalui UNIFA dalam mengembangkan program RPL yang diikuti mahasiswa dari sejumlah daerah di Indonesia.
"UNIFA telah berpengalaman menjalankan program RPL sejak 2022, termasuk melewati berbagai tantangan administrasi pada awal pelaksanaannya," ujar Muliyadi.
Ia juga menyebut angkatan pertama peserta RPL dari Penajam Paser Utara mencapai ratusan orang. Capaian tersebut menjadi salah satu gambaran tingginya kebutuhan peningkatan pendidikan bagi aparatur di lingkungan pemerintah daerah.
ASN PPU Disiapkan Menghadapi Tantangan IKN
Bupati Penajam Paser Utara, H. Mudyat Noor, S.Hut., menyampaikan apresiasi atas perpanjangan kerja sama dengan UNIFA. Ia menilai pendidikan tinggi bagi ASN memiliki peran penting dalam memperkuat kapasitas aparatur, terutama ketika PPU menghadapi perubahan besar akibat perkembangan IKN.
Menurut Mudyat, peningkatan pendidikan pegawai tidak seharusnya hanya dipandang sebagai upaya memperoleh gelar akademik atau memenuhi persyaratan administratif untuk kenaikan pangkat. Lebih dari itu, pendidikan perlu memberikan dampak terhadap cara berpikir, pemahaman terhadap pekerjaan, serta kemampuan aparatur dalam menjalankan tanggung jawab pelayanan publik.
Ia menekankan bahwa posisi PPU sebagai salah satu wilayah penyangga sekaligus lokasi penting bagi pengembangan IKN akan menghadirkan tuntutan kompetensi yang semakin tinggi. Perubahan tersebut membuat pemerintah daerah perlu menyiapkan ASN yang mampu beradaptasi dengan perkembangan lingkungan kerja, kebutuhan pelayanan masyarakat, dan standar profesionalisme yang terus meningkat.
"Pendidikan tinggi bukan sekadar mengejar gelar atau menjadi batu loncatan kenaikan pangkat, tetapi harus memperkuat pemahaman dan kualitas kerja," ujar Mudyat.
Bupati juga berharap program pendidikan yang dijalankan bersama UNIFA dapat membentuk aparatur yang memiliki etika, profesionalisme, dan kompetensi memadai untuk menghadapi tantangan pembangunan daerah ke depan. Dengan meningkatnya kebutuhan tenaga kerja dan kualitas pelayanan seiring perkembangan IKN, peningkatan kapasitas ASN dinilai menjadi bagian penting dalam memastikan pemerintah daerah tetap mampu menjalankan fungsinya secara efektif.
Perluas Akses Pendidikan Tinggi bagi Daerah
Perpanjangan MoU antara UNIFA dan Pemkab PPU sekaligus mempertegas peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan di luar lingkungan akademik. Kolaborasi dengan pemerintah daerah dapat menjadi jalur untuk memperluas kesempatan belajar bagi aparatur sekaligus menjawab kebutuhan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Bagi UNIFA, kemitraan tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas kontribusi pendidikan tinggi terhadap masyarakat dan pembangunan daerah. Kerja sama yang berkelanjutan juga membuka peluang pengembangan program akademik yang relevan dengan kebutuhan pemerintah daerah.
Sementara itu, bagi Pemkab PPU, keberlanjutan kemitraan diharapkan dapat membantu pegawai memperoleh kesempatan meningkatkan kualifikasi pendidikan tanpa mengabaikan kebutuhan pengembangan kompetensi dalam pekerjaan. Program RPL menjadi salah satu pendekatan yang dapat dimanfaatkan untuk menghubungkan pengalaman profesional dengan proses pendidikan formal, namun pelaksanaannya tetap mengikuti persyaratan akademik dan ketentuan administrasi yang berlaku.
Melalui kerja sama ini, kedua pihak diharapkan dapat mengembangkan program pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualifikasi akademik, tetapi juga menghasilkan perubahan nyata dalam kualitas pelayanan publik.
Penandatanganan perpanjangan MoU tersebut menjadi landasan untuk melanjutkan kolaborasi UNIFA dan Pemkab PPU dalam pengembangan pendidikan tinggi. Sinergi ini diharapkan turut memperkuat kesiapan sumber daya manusia Penajam Paser Utara menghadapi dinamika pembangunan kawasan IKN.
Dengan demikian, pendidikan bagi ASN tidak berhenti pada pencapaian gelar, melainkan menjadi investasi jangka panjang untuk membangun aparatur yang kompeten, berintegritas, dan mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.