Bareskrim Bongkar Sindikat Etomidate: 5 WN Malaysia Ditangkap, Laboratorium Gelap di Apartemen Jakarta Digerebek
JAKARTA — Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri berhasil membongkar sindikat penyelundupan lima kilogram serbuk etomidate. Lima warga negara asing (WNA) asal Malaysia ditangkap dalam operasi yang juga mengungkap keberadaan laboratorium gelap di sebuah apartemen di Jakarta.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Irjen Pol Eko Hadi Santoso, mengatakan lima kilogram barang tersebut diselundupkan di dalam sepatu yang dikenakan kelima pelaku.
Adapun kelima WN Malaysia tersebut:
- Mohamad Zulhusni (49)
- Nur Aisyah binti Abdullah (25)
- Emmanuel bin Harry (24)
- Prince Alvin Robin (22)
- Muhammad Adam (21)
"Mereka berperan sebagai kurir," ujar Eko dalam keterangan tertulisnya, Senin (28/9/2026).
Selain lima warga Malaysia, petugas juga menangkap seorang WNI bernama Satria Surya Sumantri (36) yang berperan sebagai sopir.
Eko mengatakan aksi penyelundupan itu terbongkar setelah DJBC Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Soekarno-Hatta mencurigai kelima pelaku.
"Hasil pemeriksaan awal, masing-masing membawa dua bungkus serbuk yang diduga etomidate dengan berat sekitar 500 gram per bungkus," jelas Eko.
Dari hasil pemeriksaan penyidik, kelima kurir mengaku barang itu akan diserahkan kepada seorang perempuan yang disebut "Madam" . Setelah tiba di Indonesia, para WNA Malaysia diarahkan oleh Madam menuju YELLO Hotel Harmoni Jakarta. Di sana, etomidate yang disembunyikan di dalam sepatu rencananya diserahkan kepada seorang pria bernama Wu Song.
"Tim penyelidik melakukan penangkapan terhadap Wu Song dan hasil penggeledahan badan ditemukan kunci unit Apartemen Mediterania Marina Residence. Tim kemudian melakukan pengembangan ke lokasi tersebut," ucap Eko.
Dalam proses pengembangan, polisi menemukan satu unit kamar apartemen yang diduga menjadi clandestine lab pembuatan etomidate. Temuan itu diperkuat dengan adanya 16 jeriken berukuran lima liter berisi cairan perasa berwarna putih dan terbungkus aluminium foil.
Selain itu, petugas juga menyita:
- 21 ribu pods vape kosong
- 15 ribu silicon caps pods vape
- 800 buah pipet plastik
- 4.200 kemasan pods warna gold bertuliskan Cantaloupe
- 200 kemasan pods warna abu-abu bertuliskan Grape
- 240 kemasan pods warna merah muda bertuliskan Lychee
- 45 kemasan pods warna kuning bertuliskan Mango
- 30 kemasan pods warna kuning muda bertuliskan Pineapple
"Berdasarkan keterangan sementara Wu Song, ia berada di Indonesia sejak 19 September 2026 dan tinggal di unit apartemen tersebut. Ia mengaku memperoleh arahan melalui grup komunikasi Signal untuk melakukan pencatatan stok barang," ucap Eko.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, Wu Song mengaku mendapat perintah untuk mengambil barang narkotika jenis etomidate di dalam koper di area YELLO Hotel Harmoni Jakarta pada 25 September 2026 lalu.
"Pada Minggu, 27 September 2026, penyidik Subdit III melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap barang bukti etomidate di Laboratorium Forensik Bareskrim Polri dengan hasil positif etomidate," tandas Eko.