Canggihnya Jepang, Ciptakan AI yang Bisa Deteksi Pohon Mau Tumbang

Ilustrasi taman di kota Nara, Jepang (UGC detik)

Tokyo - Kemajuan teknologi di Jepang sungguh pesat. Para insinyur di Jepang tengah mengembangkan AI yang bisa mendeteksi pohon mau tumbang.

Sistem berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mengidentifikasi pohon yang berisiko tumbang atau menjatuhkan dahan itu sangat dibutuhkan, seiring meningkatnya ancaman terhadap keselamatan publik dari pohon tua di tepi jalan dan taman-taman kota.

Dilansir dari Kyodo, Selasa (30/6/2026), beberapa kejadian pohon tumbang telah memakan korban wisatawan maupun orang biasa yang sedang berjalan kaki menjadi latar belakang di balik penemuan AI tersebut.

Semakin banyak pemerintah daerah di Jepang mulai mempertimbangkan akan menggunakan teknologi tersebut di tengah kekurangan tenaga ahli pohon dan arboris yang biasa memeriksa kondisi pohon.

Saat ini, sistem AI tersebut tengah mengevaluasi pohon zelkova dan sakura, dengan rencana menambahkan ginkgo dan spesies lainnya ke dalam database mereka.

Pada periode antara April 2021 hingga November 2024, tercatat sebanyak 1.732 kecelakaan terkait pohon di taman dan jalan di Jepang, dengan 110 di antaranya mengakibatkan cedera atau kematian, menurut Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata.

Contohnya, pada September 2024 seorang pria tewas setelah dahan pohon ginkgo patah dan jatuh di jalur pejalan kaki di Hino, Tokyo barat.

Perusahaan teknologi informasi, Optim Corp yang berkantor pusat di Tokyo bersama Kyuden Droneservice Co di Fukuoka mengembangkan sistem AI berbasis drone untuk mendeteksi pohon mati.

Sementara itu, Sumitomo Mitsui Construction Co. mengembangkan sistem penilaian risiko pohon berbasis AI yang menganalisis foto bagian pohon mati atau membusuk melalui ponsel pintar atau tablet.

Cara kerjanya, Tree AI akan membandingkan foto pohon yang diunggah dengan puluhan ribu gambar batang dan cabang yang tersimpan di database, serta diagnosis dokter pohon, lalu menilai risiko tumbang dalam empat tingkat skala.

Hasilnya tersedia dalam hitungan menit dan tersimpan dalam basis data lengkap dengan lokasi pohon.

"Risiko tumbang meningkat bila pohon memiliki rongga internal atau jamur di batangnya. Sulit bagi orang awam menilai hal ini," kata dokter pohon, Hidemi Kataoka, yang terlibat dalam pengembangan program itu.

Pemerintah daerah seperti Kizugawa di Prefektur Kyoto, Miyakonojo di Prefektur Miyazaki, serta Pemerintah Metropolitan Tokyo telah menguji sistem tersebut.

Kizugawa yang mengelola sekitar 20.000 pohon tidak mampu melakukan inspeksi rutin karena keterbatasan staf.

"Dengan AI, pemeriksaan bisa lebih efisien dan konsisten," ujar pejabat Kizugawa.

Sekitar 20 pemerintah daerah mempertimbangkan penerapan sistem tersebut. Sumitomo Mitsui pun berencana meluncurkan layanan komersial pada tahun fiskal 2027.

"Banyak pohon ditanam pada masa pertumbuhan ekonomi tinggi Jepang untuk menyerap emisi kendaraan dan kini mencapai akhir masa hidupnya," kata Kepala Divisi Infrastruktur Hijau perusahaan, Sho Tago, mengungkapkan harapannya agar layanan itu dapat mendukung pengelolaan pohon secara efisien dan tepat di tengah keterbatasan staf.

Tinggalkan Balasan

Untuk memberikan komentar, Anda harus Login terlebih dahulu.

0 Komentar

Belum ada komentar