Yayasan Makassar Biennale Gelar Audiensi dengan Wali Kota, Tandai Kick Off Persiapan Makassar Biennale 2027

Walikota Makassar menerima audiensi Tim dari Makassar Biennale

MAKASSAR-Yayasan Makassar Biennale melaksanakan audiensi dengan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, yang sekaligus menandai Kick Off atau langkah awal persiapan pelaksanaan Makassar Biennale 2027. Pertemuan strategis ini bertujuan untuk membangun sinergi yang kuat antara penyelenggara, Pemerintah Kota Makassar, serta para pemangku kepentingan guna menyukseskan agenda kebudayaan yang berkelanjutan tersebut.

Dalam audiensi tersebut, tim Yayasan Makassar Biennale turut didampingi oleh perwakilan dari Dinas Kebudayaan, Dinas Pariwisata, Makassar Creative Hub, serta Universitas Negeri Makassar (UNM). Kehadiran lintas sektor ini menegaskan bahwa pelaksanaan Makassar Biennale bukan sekadar perhelatan seni semata, melainkan ruang perjumpaan yang mencakup dimensi sejarah, identitas, pendidikan, pariwisata, ekonomi kreatif, diplomasi budaya, hingga proyeksi masa depan Makassar sebagai kota maritim.

Makassar memiliki rekam jejak sejarah yang panjang sebagai titik temu masyarakat kepulauan Nusantara dengan dunia internasional. Potensi historis ini menjadi landasan kuat untuk terus memperkuat posisi Makassar sebagai salah satu pusat budaya maritim dunia. Oleh karena itu, menyongsong perhelatan tahun 2027, dukungan dan kolaborasi aktif dari seluruh stakeholders—khususnya Pemerintah Kota Makassar—menjadi kunci utama agar ekosistem kebudayaan dan kreativitas yang terbangun mampu memberikan dampak luas bagi masyarakat luas maupun jejaring internasional.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyambut baik kunjungan dan paparan dari tim Yayasan Makassar Biennale. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyatakan dukungan penuh serta mengarahkan jajaran terkait di lingkup Pemerintah Kota Makassar untuk berkolaborasi dan mendampingi proses persiapan hingga pelaksanaan Makassar Biennale 2027.

Dengan dimulainya rangkaian persiapan ini, Makassar Biennale 2027 diharapkan tidak hanya menjadi perayaan seni kontemporer, tetapi juga katalisator penting bagi penguatan identitas budaya maritim Kota Makassar di kancah global.

Tinggalkan Balasan

Untuk memberikan komentar, Anda harus Login terlebih dahulu.

0 Komentar

Belum ada komentar