Meski Sedang Perang, Trump Puji Iran karena Bebaskan Warga AS dari Penjara
TEHERAN – Di tengah sengitnya pertempuran sengit dengan Amerika Serikat, Iran justru mengambil langkah tak terduga yang mengejutkan dunia. Seorang warga negara Amerika Serikat yang ditahan sejak 2024 dibebaskan dan diizinkan meninggalkan republik Islam tersebut. Presiden AS, Donald Trump, bahkan memuji musuh bebuyutannya itu.
"Dia sekarang sudah aman di luar Iran, dan dalam kondisi baik. Amerika Serikat menghargai isyarat niat baik dari Iran ini!" tulis Trump di Truth Social, Kamis (16/7/2026).
Meski Trump tidak menyebutkan identitas perempuan tersebut, seorang pengacara segera mengonfirmasi bahwa kliennya, Dena Karari, adalah sosok yang dimaksud. Karari adalah warga negara AS-Iran yang terjebak di Iran dengan tuduhan palsu "berkolaborasi dengan negara musuh dan spionase."
"Saya sangat gembira melaporkan bahwa klien saya sekarang telah aman keluar dari Iran dan sedang dalam perjalanan kembali ke Amerika Serikat," kata pengacara Jared Genser.
Menurut Genser, apa yang menarik perhatian otoritas Teheran adalah aktivitas Karari di yayasan nirlaba Children of Mehr Foundation sebuah lembaga yang membantu anak-anak miskin di Iran melalui sumbangan pribadi. Selama terjebak, ia diinterogasi puluhan kali oleh Kementerian Intelijen Iran, meski tidak pernah ditahan secara fisik.
"Meskipun tidak pernah ditahan secara fisik, dia menderita penderitaan fisik dan psikologis yang luar biasa," ungkap Genser.
Pembebasan ini terjadi di tengah eskalasi konflik baru. Trump baru saja memerintahkan dimulainya kembali serangan terhadap Iran dan memberlakukan blokade Angkatan Laut di sekitar Selat Hormuz. Di tengah perang yang berkecamuk, langkah Iran ini menjadi secercah cahaya kemanusiaan yang langka.










