Eropa Bentuk Koalisi Perisai Rudal Balistik, Ukraina Bawa Pengalaman Tempur

Ramli Nur

MOSKOW – Di tengah ancaman rudal balistik Rusia yang terus mengintai, sembilan negara Eropa dan Ukraina bersatu dalam sebuah koalisi bersejarah untuk membangun Perisai Rudal Anti-Balistik Terpadu Eropa Sendiri. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa benua biru tak lagi ingin bergantung pada AS.

Dalam deklarasi yang ditandatangani di Paris, para pemimpin negara-negara Eropa berjanji menciptakan arsitektur pertahanan rudal terintegrasi yang dibangun melalui upaya kolektif dan kapasitas industri bersama.

"Menghadapi ancaman balistik, kami membuat pilihan yang jelas: melindungi Ukraina, memperkuat keamanan kolektif kami, dan membangun Eropa pertahanan," tulis Presiden Prancis Emmanuel Macron di X.

10 Negara Eropa Bersatu, AS dan Polandia Tak Bergabung

Sepuluh anggota pendiri koalisi ini adalah: Denmark, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, Norwegia, Spanyol, Swedia, Inggris, dan Ukraina, gabungan industri pertahanan terbesar Eropa. Namun, yang menarik perhatian adalah ketidakhadiran Polandia, negara-negara Baltik, dan Finlandia, negara yang paling dekat dengan Rusia serta AS yang tidak masuk dalam daftar penandatangan.

Mengapa Eropa Membutuhkan Perisai Rudal Sendiri?

Serangan rudal balistik Rusia terhadap Ukraina telah membuka mata Eropa. Pencegat buatan AS harganya mahal, langka, dan produksinya tak mampu mengimbangi permintaan global. Eropa sadar: ketergantungan pada Washington adalah risiko besar.

"Kami percaya bahwa perlindungan Eropa membutuhkan solusi global berupa arsitektur pertahanan rudal terintegrasi untuk mencegah dan mengalahkan ancaman rudal di masa depan," bunyi pernyataan koalisi.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy bahkan lebih blak-blakan. Ia mengakui bahwa Ukraina sering kekurangan rudal untuk mencegat target balistik. "Inilah alasan Ukraina bergabung," ujarnya.

Ukraina: Pengalaman Tempur yang Tak Ternilai

Ukraina bukan sekadar anggota biasa. Negara itu membawa pengalaman tempur nyata, sesuatu yang tak dimiliki negara Eropa lainnya. Zelenskyy mempromosikan program pencegat Freyja buatan dalam negeri sebagai "model Eropa." Ukraina juga akan mendapat lisensi dari AS untuk memproduksi pencegat Patriot.

Yang lebih penting: pencegat buatan Ukraina jauh lebih murah, hanya sebagian kecil dari harga rudal Patriot, sebuah logika ekonomi yang penting bagi koalisi.

Kapan Perisai Ini Siap?

Deklarasi mewajibkan 10 negara menyepakati persyaratan operasional bersama, tetapi tidak memberikan kerangka waktu. Namun, Zelenskyy optimis: sistem anti-balistik berbiaya rendah bisa diproduksi massal dalam 12 bulan ke depan.

"Kita perlu bergerak secepat mungkin," tulisnya.

Para skeptis mengingatkan bahwa program sebesar ini butuh waktu bertahun-tahun. Jerman, misalnya, memesan Arrow 3 buatan Israel pada 2023 dan baru mengaktifkan baterai pertamanya pada Desember 2025, sistem lengkap baru beroperasi pada 2030.

Tinggalkan Balasan

Untuk memberikan komentar, Anda harus Login terlebih dahulu.

0 Komentar

Belum ada komentar