Kontroversi Salvini: Rusia Bukan Ancaman, Imigrasi Ilegal yang Lebih Mengancam Italia

Ramli Nur

ROMA – Sebuah pernyataan kontroversial mengguncang Eropa. Wakil Perdana Menteri Italia, Matteo Salvini, dengan tegas menyatakan bahwa Rusia BUKAN ancaman utama bagi Eropa. Menurutnya, yang lebih mengancam warga Italia setiap hari adalah imigrasi ilegal, terutama yang berasal dari ekstremis Islam.

"Ancaman yang dihadapi warga Italia setiap hari adalah imigrasi ilegal dan rahasia, terutama yang berasal dari ekstremis Islam," ujar Salvini dalam wawancara yang diterbitkan Selasa (14/7/2026).

Pernyataan ini muncul di tengah perselisihan panjang di Uni Eropa mengenai migrasi ilegal, aturan suaka, dan keamanan perbatasan. Data Eurostat menunjukkan bahwa UE menerima lebih dari 8,5 juta imigran dari luar blok pada 2023 dan 2024.

Salvini, yang juga menjabat sebagai menteri transportasi dan memimpin partai Lega, telah lama menyoroti migrasi ilegal sebagai masalah utama. Ia mendorong pengawasan perbatasan yang lebih ketat dan pembatasan terhadap kapal penyelamat migran di Mediterania.

Salvini juga mengkritik kebijakan Uni Eropa terhadap Rusia dan konflik Ukraina. Ia menentang konfrontasi militer langsung dengan Moskow dan menyerukan dialog sebagai jalan terbaik ke depan.

"Kita tidak sedang berperang dengan Rusia. Jalan terbaik ke depan adalah dialog," tegasnya.

Ia menuduh beberapa pemimpin Eropa menghalangi upaya perdamaian di Ukraina untuk mengalihkan perhatian dari masalah domestik. Salvini juga mengkritik sanksi terhadap Moskow yang dinilainya merugikan perekonomian Eropa dan menyerukan agar UE melanjutkan impor energi Rusia.

Pernyataan Salvini bertolak belakang dengan sikap para pemimpin Eropa dan pejabat NATO yang terus menggambarkan Rusia sebagai ancaman keamanan utama. Mereka beralasan bahwa peningkatan pengeluaran militer dan pasokan senjata ke Kiev adalah langkah yang diperlukan.

Moskow sendiri menolak klaim tersebut. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menegaskan bahwa Rusia adalah bagian dari Eropa, bukan ancaman. Presiden Vladimir Putin juga mengatakan Moskow tidak menginginkan perang, tetapi memperingatkan bahwa Rusia siap jika Eropa memulai perang.

 

Tinggalkan Balasan

Untuk memberikan komentar, Anda harus Login terlebih dahulu.

0 Komentar

Belum ada komentar