Komisi VII DPR Kunjungi Pabrik ALVA di Cikarang: Kapasitas 100.000 Unit per Tahun, TKDN Tembus 40 Persen

Motor listrik ALVA di pameran otomotif GIIAS 2026.

BEKASI — PT Ilectra Motor Group melalui merek ALVA menerima kunjungan kerja Panitia Kerja Rancangan Undang-Undang Kawasan Industri Komisi VII DPR RI di Kawasan Industri Lippo Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jumat (25/9/2026). Kunjungan itu menjadi ajang bagi Komisi VII untuk mendengarkan langsung pengalaman dan tantangan pelaku industri motor listrik nasional.

Chief Executive Officer ALVA, Purbaja Pantja, menekankan pentingnya ekosistem yang terhubung secara berkelanjutan mulai dari manufaktur, komponen lokal, teknologi, hingga infrastruktur.

"Pengembangan industri kendaraan listrik tidak hanya tentang kemampuan memproduksi kendaraan, tetapi juga bagaimana kita membangun ekosistem yang mendukung pertumbuhannya secara berkelanjutan," ujar Purbaja, Jumat (25/9/2026).

Fasilitas manufaktur ALVA di Cikarang kini memiliki kapasitas produksi hingga 100.000 unit per tahun. Pabrik ini menerapkan prinsip smart manufacturing berbasis Industri 4.0 serta telah mengantongi standar ISO 9001:2015 dan ISO 14001:2015.

Dari sisi rantai pasok, seluruh lini produk ALVA sudah mengantongi nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 40 persen. Komponen lokal yang digunakan meliputi rangka, panel bodi, sistem pengereman, hingga dukungan dua Industri Kecil dan Menengah binaan Kementerian Perindustrian yang memproduksi battery box dan battery bracket.

Meski demikian, ALVA memaparkan sejumlah tantangan dalam menaikkan skala TKDN, seperti ukuran pasar yang masih berkembang, kesiapan pemasok lokal, kebutuhan investasi tooling, serta perlunya kepastian arah kebijakan pemerintah.

Keberadaan di kawasan industri dinilai memberikan keunggulan akses utilitas, tenaga kerja, dan jaringan logistik. ALVA melihat peluang penguatan kawasan industri ke depan melalui penyediaan energi bersih, perluasan infrastruktur pengisian daya, serta pengembangan fasilitas riset bersama.

Ekosistem pendukung ALVA juga terus berkembang. Hingga September 2026, produsen ini telah menyediakan lebih dari 590 konektor Boost Charge di seluruh Indonesia, melonjak signifikan dari 150 konektor pada tahun sebelumnya.

Jaringan operasional ALVA kini didukung 19 titik penjualan, 10 ALVA Experience Center, serta lebih dari 130 titik layanan purnajual untuk memperkuat aksesibilitas konsumen.

Dengan kapasitas produksi besar, TKDN yang terus didorong, dan infrastruktur pengisian daya yang semakin luas, ALVA membuktikan bahwa industri motor listrik nasional siap berlari kencang asalkan ekosistem dan kebijakan berjalan seiring.

Tinggalkan Balasan

Untuk memberikan komentar, Anda harus Login terlebih dahulu.

0 Komentar

Belum ada komentar