Salip Messi Jadi Top Skor Piala Dunia, Mbappe: Kami Tidak Menang, Itu Sangat Disayangkan

Ramli Nur
Kylian Mbappe.

MIAMI — Di balik duka kekalahan, lahirlah sebuah mahkota sejarah. Kylian Mbappe mungkin gagal membawa Prancis meraih medali perunggu setelah tumbang 4-6 dari Inggris dalam laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026, Minggu (19/7/2026) WIB. Namun, di tengah gawangnya yang bobol enam kali, sang kapten Les Bleus justru menorehkan namanya dengan tinta emas di buku sejarah sepak bola.

Dua gol spektakuler yang ia lesakkan ke gawang Inggris bukan sekadar hiburan bagi para pendukung Prancis. Dua gol itu mengantar penyerang Real Madrid berusia 27 tahun tersebut melampaui Lionel Messi sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia. Dengan koleksi 22 gol dari 22 pertandingan, Mbappe kini bercokol sendirian di puncak, rata-rata satu gol setiap kali ia menginjakkan kaki di lapangan Piala Dunia. Sebuah efisiensi yang nyaris sempurna.

Messi, yang selama ini bertahta dengan 21 gol dari 33 penampilan, kini harus turun takhta dan menatap nama Mbappe dari posisi kedua. Di bawah mereka, sederet legenda seperti Miroslav Klose (16 gol), Ronaldo Nazario (15 gol), dan Gerd Muller (14 gol) hanya menjadi nama-nama pengiring di belakang sang raja baru.

Namun, rekor individu yang gemilang itu terasa pahit bagi Mbappe. Ia mengaku sulit menikmati pencapaiannya karena Prancis gagal membawa pulang medali perunggu. "Ada dua babak yang sangat berbeda. Pada babak pertama, saya bisa mengerti mengapa beberapa orang berpikir kami mempermalukan diri sendiri dan tidak menjunjung tinggi nama baik timnas Prancis," ujarnya dengan nada kecewa seusai pertandingan.

Prancis memang nyaris terpuruk setelah babak pertama berakhir dengan skor 0-4. Mereka bangkit setelah jeda dan sempat memperkecil ketertinggalan, namun kebangkitan tersebut tidak cukup untuk menghindarkan tim dari kekalahan, sekaligus mengakhiri era Didier Deschamps sebagai pelatih dengan catatan yang tidak sesuai harapan. "Kami ingin melakukan sesuatu untuknya. Namun, pertandingan ini tidak akan menodai warisan Didier Deschamps," lanjut Mbappe.

Meski demikian, secara individu, turnamen ini adalah salah satu yang terbaik dalam karier Mbappe. Selain memecahkan rekor gol sepanjang masa, ia juga menorehkan 14 kontribusi gol (10 gol dan 4 assist) menyamai rekor kontribusi gol terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia.

Dan yang lebih menakutkan bagi para pesaingnya: usia Mbappe baru menginjak 27 tahun. Jika ia tampil pada Piala Dunia berikutnya, peluangnya untuk memperlebar rekor dari para legenda seperti Messi, Klose, Ronaldo, dan Muller terbuka sangat lebar. Mbappe tidak hanya menjadi raja baru, ia sedang membangun sebuah kerajaan yang mungkin akan bertahan sangat lama.

Tinggalkan Balasan

Untuk memberikan komentar, Anda harus Login terlebih dahulu.

0 Komentar

Belum ada komentar