Misi Damai Indonesia di Tengah Duka Iran: Gus Yahya hingga Ketua MPR Sampaikan Pesan Perdamaian ke Parlemen

Ramli Nur
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mengungkapkan bahwa delegasi Indonesia telah menyampaikan pesan perdamaian saat bertemu Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, di Mashhad, Jumat (10/7/2026). Foto: Istimewa

JAKARTA — Di tengah luka dan duka yang menyelimuti Iran pasca-wafatnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, Indonesia tak sekadar datang untuk berbelasungkawa. Sebuah misi perdamaian justru menjadi agenda utama di balik kunjungan delegasi tingkat tinggi Tanah Air ke Kota Mashhad, Jumat (10/7/2026).

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf atau yang akrab disapa Gus Yahya, mengungkapkan bahwa rombongan Indonesia memanfaatkan momen pertemuan dengan Ketua Parlemen Iran sekaligus Ketua Tim Perunding Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, untuk menyuarakan harapan perdamaian. Ghalibaf sendiri saat ini dipercaya memimpin negosiasi dengan Amerika Serikat dalam upaya meredakan ketegangan yang berkepanjangan.

"Ketua MPR Ahmad Muzani, selain menyampaikan belasungkawa atas nama pemerintah dan rakyat Indonesia, juga menyatakan bahwa pemerintah Indonesia berharap proses yang sedang berlangsung mengarah pada perdamaian. Delegasi ini memang diberi misi untuk mendorong dan menyerukan perdamaian," ujar Gus Yahya dalam keterangan yang dikutip dari laman resmi PBNU, Sabtu (11/7/2026).

Tak hanya atas nama negara, Gus Yahya juga secara khusus menyampaikan duka cita mendalam dari seluruh keluarga besar Nahdlatul Ulama atas wafatnya Sayyid Ali Khamenei. Ia menegaskan bahwa sejak awal konflik melanda kawasan, NU telah konsisten mengajak seluruh warganya untuk mendoakan keselamatan dan kemaslahatan umat Islam, khususnya bagi rakyat Iran.

"Saya menyampaikan bahwa saya mewakili seluruh warga Nahdlatul Ulama menyatakan belasungkawa atas wafatnya Sayyid Ali Khamenei. Sejak awal konflik, Nahdlatul Ulama telah menyerukan kepada seluruh warganya untuk terus mendoakan keselamatan dan kemaslahatan umat Islam, juga bagi Iran," tuturnya dengan nada penuh haru.

Di tengah situasi geopolitik yang panas, Gus Yahya berharap langkah-langkah diplomasi yang sedang ditempuh dapat membuahkan hasil nyata. Ia pun memanjatkan doa agar proses perdamaian segera terwujud bukan hanya untuk kawasan Timur Tengah, tetapi juga demi kemaslahatan seluruh umat manusia.

"Semoga semuanya berakhir dengan perdamaian dan menghadirkan kemaslahatan bagi seluruh umat manusia," pungkasnya.

Deretan Tokoh di Balik Misi Kemanusiaan ke Iran

Perjalanan diplomatik ini bukanlah sekadar kunjungan seremonial. Delegasi resmi Indonesia yang bertolak ke Iran untuk menyampaikan penghormatan terakhir kepada almarhum Ayatollah Khamenei terdiri atas lima tokoh penting negara dan ormas Islam. Mereka adalah:

  • Ahmad Muzani - Ketua MPR RI
  • Sugiono - Menteri Luar Negeri RI
  • KH Yahya Cholil Staquf - Ketua Umum PBNU
  • Prof Syafiq A Mughni - Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah
  • Santo Darmosumarto - Dirjen Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri

Kehadiran mereka menjadi simbol kuat bahwa Indonesia tak hanya hadir di kala suka, tetapi juga di tengah duka sambil terus menggenggam erat komitmen untuk menjadi jembatan perdamaian di tengah dunia yang dilanda konflik.

 

Tinggalkan Balasan

Untuk memberikan komentar, Anda harus Login terlebih dahulu.

0 Komentar

Belum ada komentar