Usai Piala Dunia 2026, Trump Dikabarkan Tawari Presiden FIFA Kursi Sekjen PBB
WASHINGTON - Sebuah kejutan besar mengguncang percaturan politik global, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dikabarkan ingin menggiring Presiden FIFA, Gianni Infantino, keluar dari dunia sepak bola dan mendudukkannya di kursi paling bergengsi di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yakni sebagai Sekretaris Jenderal.
Laporan eksklusif dari New York Post mengungkap bahwa Trump menilai Infantino memiliki kemampuan langka untuk menyatukan negara-negara di dunia, sebuah kapasitas yang telah ia tunjukkan melalui kepemimpinannya di FIFA yang menaungi lebih dari 200 asosiasi anggota. "Dia dihormati oleh semua orang di seluruh dunia dan memiliki kemampuan khusus untuk menyatukan banyak pihak," ujar sumber dekat Trump. Baginya, pria asal Swiss-Italia itu bukan sekadar pemimpin olahraga, melainkan seorang diplomat ulung yang layak memimpin organisasi internasional terbesar di dunia.
Namun, jalan menuju kursi Sekjen PBB bukanlah perkara mudah. Infantino harus melalui proses panjang: meraih dukungan dari 15 anggota Dewan Keamanan PBB, termasuk lima negara pemilik hak veto yang terdiri dari Amerika Serikat, Rusia, China, Inggris, dan Prancis, sebelum akhirnya mendapat restu Majelis Umum. Pertanyaannya kini, apakah Infantino sendiri tertarik dengan tawaran ini? Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi apakah Trump telah membahas rencana ini secara langsung dengan pria berusia 56 tahun tersebut.
Wacana mengejutkan ini muncul hanya beberapa hari setelah Piala Dunia 2026 berakhir. Sepanjang turnamen, kedekatan Trump dan Infantino memang menjadi pusat perhatian. Momen kontroversial terjadi saat Trump bertahan di atas podium ketika para pemain Spanyol merayakan gelar juara, sementara Infantino tampak berulang kali berusaha mempersilakannya turun. Aksi Trump itu menuai kritik tajam dari berbagai kalangan dan menambah panjang daftar kontroversi yang membayangi FIFA.
Situasi ini dikabarkan mulai menekan posisi Infantino di FIFA. Sejumlah negara yang sebelumnya mendukung pencalonannya kembali memimpin FIFA disebut mulai mempertimbangkan untuk menarik dukungan. Namun di tengah tekanan itu, Trump justru melihat peluang emas bagi Infantino. Utusan khusus Trump untuk Kemitraan Global, Paolo Zampolli, dengan antusias memuji gagasan tersebut. "Hanya Presiden Trump yang bisa memiliki ide secemerlang ini," ujarnya, seraya menambahkan bahwa pengalaman Infantino memimpin lebih dari 200 asosiasi FIFA adalah modal sempurna untuk memimpin PBB yang beranggotakan 193 negara.
Satu hal yang pasti, jika Infantino benar-benar hijrah ke PBB, ia harus rela menerima pemotongan gaji yang sangat drastis. Presiden FIFA saat ini dilaporkan mengantongi sekitar 6 juta dolar AS per tahun, sementara Sekretaris Jenderal PBB hanya menerima sekitar 418 ribu dolar AS per tahun. Selisih fantastis itu diperkirakan akan menjadi salah satu pertimbangan terbesar apabila tawaran ini benar-benar terealisasi. Sebuah drama politik dan sepak bola yang belum usai.










