Dua Resep Jitu Batasi Screen Time Anak: TV 30 Menit hingga Gadget Hanya Akhir Pekan!
JAKARTA – Gadget telah menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian anak-anak modern. Mulai dari menonton video edukasi, mengikuti kelas daring, hingga bermain gim layar digital seolah menemani setiap momen mereka. Namun, di balik kemudahan itu, ada ancaman yang mengintai: gangguan kualitas tidur, kesehatan mata, berkurangnya aktivitas fisik, hingga hambatan dalam perkembangan sosial dan emosional.
Lalu, bagaimana cara orang tua bijak mengatur screen time anak? Dua ibu muda ini berbagi resep jitu yang patut dicontoh!
Fitri (32): Cukup TV 30 Menit, Itu Pun Bareng Mama!
Di usia Zoya yang baru menginjak 2 tahun, Fitri memilih untuk tidak memberikan akses gadget sama sekali. Sebagai gantinya, ia mengizinkan putrinya menonton televisi dengan batasan ketat.
"Kalau misalnya screentime-nya kayak di TV, cuma nonton itu aku masih tetap kasih. Tapi, itu sehari itu maksimal banget cuma 30 menit," ujar Fitri saat ditemui di acara Morinaga Door Of Future di Jakarta Pusat, Sabtu (25/7/2026).
Menurutnya, tontonan dari televisi justru bisa menjadi media belajar yang bermanfaat mulai dari bahasa, tarian, hingga musik. Namun, ia menegaskan satu syarat mutlak: "Tapi tetap dikontrol, tetap bareng sama aku nontonnya."
Rahma (23): Gadget Hanya untuk Akhir Pekan!
Berbeda dengan Fitri, Rahma bersama putrinya Rasafah (3) menerapkan aturan yang lebih fleksibel, tetapi tetap disiplin. Gadget hanya boleh diakses pada akhir pekan.
"Kan sekolah itu Senin sampai Kamis, jadi aku kasih (gadget) paling di hari Sabtu atau Minggu. Biasanya sih dua kali, sore atau nggak pas malam, paling 30 menit," jelas Rahma.
Rahma mengakui bahwa pemberian gadget pada anak di bawah lima tahun memiliki plus dan minus. "Plus-nya itu kadang dia suka menghafal nyanyian-nyanyian itu dari YouTube. Tapi, minusnya itu kalau sudah nonton YouTube, kalau dipanggil suka kayak susah gitu," tuturnya.
Dua kisah ini menjadi pengingat bahwa gadget bukanlah musuh, selama penggunaannya dibatasi dan diawasi dengan bijak. Kuncinya ada di tangan orang tua: tetapkan aturan, batasi waktu, dan pastikan selalu mendampingi si kecil saat menikmati layar digital.









