Honda Resmi Umumkan Peluncuran CB400 Super Four dan CBR400R Four E-Clutch di Jepang, Agustus-September 2026
TOKYO – Kabar yang ditunggu-tunggu para pecinta motor klasik akhirnya tiba. Honda secara resmi mengumumkan tanggal peluncuran dua model legendarisnya di pasar Jepang: CB400 Super Four (CB400SF) E-Clutch dan CBR400R Four E-Clutch. Dua motor 400 cc ini hadir dengan mesin yang sama, tetapi karakter yang sangat berbeda, satu setia pada pesona klasiknya, satu lagi tampil garang dengan balutan fairing modern.
Menurut pengumuman resmi Honda Jepang, CB400 Super Four E-Clutch akan mulai tersedia di dealer Honda Dream terpilih pada 21 Agustus, sementara CBR400R Four E-Clutch akan menyusul sebulan kemudian, tepatnya pada 18 September.
Keduanya ditenagai oleh mesin empat silinder segaris DOHC 399 cc berpendingin cairan, jantung yang sama yang telah menjadi ikon di dunia motor Jepang. Mesin ini menghasilkan tenaga 57,2 hp pada 11.500 rpm dan torsi 38 Nm pada 9.750 rpm, dipadukan dengan transmisi enam kecepatan yang halus.
Namun, yang membuat keduanya istimewa adalah paket teknologi modern yang disematkan. Honda melengkapi kedua model dengan Honda E-Clutch yang revolusioner, sistem Throttle-by-Wire, layar TFT berwarna lima inci, konektivitas smartphone melalui Honda RoadSync, empat mode berkendara, dan port pengisian daya USB-C.
Teknologi E-Clutch menjadi daya tarik utama. Pengendara dapat memulai, berhenti, dan mengganti gigi tanpa harus menarik tuas kopling, namun jika ingin sensasi klasik, fungsi kopling konvensional tetap tersedia. Sebuah harmoni antara kemudahan modern dan nostalgia masa lalu.
Honda memang tidak lagi mengejar performa ekstrem ala motor 400 cc tahun 1990-an yang terkenal dengan putaran mesin tinggi dan suara melengking. Kali ini, fokusnya adalah pada keseimbangan: performa yang cukup, kemudahan berkendara, dan kenyamanan untuk penggunaan sehari-hari. Ini adalah motor untuk dinikmati, bukan sekadar digeber.
Bagi para penggemar motor Jepang, nama CB400 Super Four bukan sekadar model. Ia adalah legenda.
Pertama kali diperkenalkan pada 1992, CB400 Super Four lahir sebagai motor naked 399 cc yang dikembangkan khusus untuk pasar Jepang. Saat itu, sistem perizinan di Negeri Sakura menjadikan kategori hingga 400 cc sebagai kelas paling populer, biaya kepemilikan lebih rendah, persyaratan perizinan lebih mudah. Alhasil, hampir semua produsen Jepang berlomba memproduksi motor empat silinder 400 cc, dan Honda tampil sebagai salah satu yang terbaik dengan CB400 Super Four.
Dikembangkan sesuai dengan konsep Universal Japanese Motorcycle (UJM), motor ini menawarkan posisi berkendara tegak, mesin halus, pengendalian seimbang, dan cocok untuk aktivitas sehari-hari. Desainnya pun membawa nuansa retro yang memikat, lampu depan bulat, tangki bahan bakar klasik, dan dua peredam kejut belakang terinspirasi dari model Honda CB tahun 1970-an.
Perjalanan CB400 Super Four selama hampir 30 tahun di pasaran dipenuhi dengan inovasi.
- Generasi pertama NC31 (1992) menggunakan mesin yang diadaptasi dari Honda CB-1 dan CBR400RR, tetapi disetel ulang agar lebih halus dan bertorsi baik di putaran rendah hingga menengah.
- Tahun 1999 menjadi tonggak sejarah dengan hadirnya sistem Hyper VTEC (NC39). Sistem ini memungkinkan hanya dua katup per silinder yang beroperasi pada putaran rendah untuk efisiensi bahan bakar dan torsi, sementara keempat katup aktif pada putaran tinggi, menghasilkan lompatan tenaga agresif dengan suara khas yang membuat CB400 begitu ikonik.
- Honda terus menyempurnakan sistem ini melalui versi Spec II, Spec III, dan akhirnya Hyper VTEC Revo (NC42) pada 2008. Versi ini menerima injeksi bahan bakar PGM-FI, penyetelan mesin yang lebih halus, sistem ABS, dan kepatuhan terhadap standar emisi yang lebih ketat.
Namun, pada Oktober 2022, Honda mengambil keputusan berat: menghentikan produksi CB400 Super Four. Biaya pengembangan untuk memastikan mesin empat silinder 399 cc terus memenuhi standar emisi yang semakin ketat menjadi terlalu tinggi. Di saat yang sama, industri sepeda motor global beralih ke mesin satu atau dua silinder yang lebih murah dan ramah emisi.
Kini, setelah vakum hampir empat tahun, Honda menghidupkan kembali legenda tersebut. CB400 Super Four dan CBR400R Four hadir dengan teknologi E-Clutch yang canggih, tetap mempertahankan mesin empat silinder yang dicintai, tetapi dengan sentuhan modern yang membuatnya relevan untuk generasi baru.








